EFEKTIVITAS TERAPI ANEMIA DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE
DOI:
https://doi.org/10.52689/higea.v18i2.7Keywords:
Anemia, CKD, Effectiveness, Hemoglobin, HemodialysisAbstract
Anemia merupakan komplikasi utama pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis (HD) dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi anemia dalam meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada pasien PGK-HD di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain retrospektif, menggunakan data rekam medis pasien. Sampel (N=77) merupakan populasi memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan secara total sampling. Variabel penelitian meliputi kadar hemoglobin sebelum dan sesudah terapi anemia, jenis terapi Erythropoiesis-Stimulating Agent (ESA), ESA+Suplemen zat besi, ESA+transfusi), serta profil pasien (usia, jenis kelamin, etiologi, komorbiditas). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kadar Hb pada masing-masing kelompok terapi, yaitu ESA tunggal (7,2±1,5 menjadi 10,2±1,2 g/dL; p<0,05), ESA+suplemen zat besi (8,0±1,2 menjadi 9,0±1,0 g/dL; p<0,05), dan ESA+transfusi (6,6±0,9 menjadi 10,0±1,0 g/dL; p<0,05). Namun, tidak dapat dilakukan analisis perbandingan efektivitas antara kelompok karena keterbatasan distribusi sampel yang tidak seimbang. Dapat disimpulkan bahwa ketiga terapi anemia tersebut masing-masing efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien PGK-HD di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate.
