GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT ANTIPIRETIK DALAM SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA FAKULTAS NON-KESEHATAN UNIVERSITAS ANDALAS
DOI:
https://doi.org/10.52689/higea.v18i2.8Keywords:
swamedikasi; antipiretik; pengetahuan; mahasiswa nonkesehatanAbstract
Swamedikasi merupakan salah satu bentuk pengobatan mandiri yang banyak dilakukan untuk mengatasi keluhan ringan, termasuk demam. Penggunaan obat antipiretik secara swamedikasi memerlukan pengetahuan yang memadai agar obat digunakan secara rasional, efektif, dan aman. Mahasiswa nonkesehatan merupakan salah satu kelompok yang melakukan swamedikasi, tetapi memiliki keterbatasan paparan terhadap informasi mengenai penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan mahasiswa program Sarjana (S1) nonkesehatan Universitas Andalas mengenai penggunaan obat antipiretik secara swamedikasi. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada mahasiswa S1 dari 10 fakultas nonkesehatan Universitas Andalas pada Februari–April 2024. Sebanyak 393 responden dipilih secara purposive sampling dengan kuota proporsional berdasarkan fakultas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengetahuan diukur menggunakan 10 pertanyaan mengenai penggunaan obat antipiretik secara swamedikasi dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan kategori tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 157 responden (39,95%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 204 (51,91%) sedang, dan 32 (8,14%) rendah. Sebagian besar mahasiswa nonkesehatan memiliki tingkat pengetahuan sedang mengenai penggunaan obat antipiretik secara swamedikasi.
